DINAS SOSIAL KABUPATEN PASAMAN BARAT

BALINSOS

Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial

Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi tugas Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Seksi Perlindungan Sosial Orang Terlantar korban tindak kekerasan dan Pekerja Migran, dan Seksi Pengelola Sumber dana dan Jaminan Sosial. Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial dibagi 3 Seksi dan masing-masing Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial, terdiri atas:

Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, dipimpin seorang Kepala Seksi dengan tugas sebagai berikut:

a. Pencegahan dan penanganan korban bencana sosial, termasuk di dalamnya bencana politik dan ekonomi;

b. Perlindungan korban konflik SARA;

c. Perlindungan korban konflik antar wilayah/kelompok masyarakat;

d. Perlindungan sosial korban akibat penggusuran dan kebakaran;

e. Perlindungan sosial korban akibat bencana sosial termasuk bencana politik dan ekonomi;

f. Penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana sosial termasuk bencana politik dan ekonomi;

g. Mitigasi penanganan korban bencana sosial;

h. Pemulihan dan penguatan sosial korban bencana sosial termasuk bencana politik dan ekonomi;

i. Kemitraan perlindungan sosial korban bencana sosial termasuk bencana politik dan ekonomi;

j. Pengelolaan logistik korban bencana sosial termasuk bencana politik dan ekonomi; dan

k. Penyusunan data dan informasi Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial

Korban Bencana Sosial adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

Kriteria :

  1.  

1. Seseorang atau sekelompok orang yang mengalami:

2. korban jiwa manusia;

3. kerusakan lingkungan;

4. kerugian harta benda dan

5. dampak psikologis.

TAGANA

  1. Tujuan Forum Koordinasi TAGANA

Forum Koordinasi TAGANA bertujuan menjawab kebutuhan pengorganisasian Tagana yang lebih terintegrasi dan profesional baik dari aspek jumlah anggota Tagana, wilayah kerja maupun kompleksitas permasalahan bencana yang dihadapi.

  1. Tugas Forum Koordinasi TAGANA

Forum Koordinasi TAGANA bertugas mengkoordinir perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan serta pengendalian kegiatan, sumber daya dan potensi yang dimiliki Tagana dalam rangka kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat dan pemulihan sosial sebagai akibat dampak bencana, serta melaksanakan tugas-tugas penanganan permasalahan sosial di lapangan.

  1. Fungsi Forum Koordinasi TAGANA

1. Mengkoordinir perencanaan dan program kerja forum untuk pengintegrasian program yang sedang dan akan dilaksanakan;

2. Melakukan pendataan anggota Tagana by name by adress serta potensi yang dimiliki anggota Tagana secara berjenjang kemudian diverifikasi Dinas/Institusi Sosial setempat menurut kewilayahannya;

3. Menyiapkan rekruitmen, calon anggota Taruna Siaga Bencana, pelatihan kejuruan/spesialisasi serta Tagana Khusus, Jambore Tagana, Apel Siaga Tagana, Temu Nasional Tagana;

4. Menyiapkan kaderisasi kepemimpinan dan kepengurusan forum;

5. Melaksanakan peningkatan profesonalisme anggota melalui latihan, simulasi, gladi dan bentuk latihan lainnya;

6. Melakukan pertemuan berkala untuk membahas informasi kegiatan dan permasalahan-permasalahan yang muncul;

7. Mengkoordinir dan mengerahkan anggota Tagana untuk penanggulangan bencana baik sebelum, pada saat maupun sesudah terjadi bencana;

8. Menginisiasi upaya penanggulangan bencana yang bersifat preventif proaktive, dan responsif; 

9. Mengembangkan jaringan kerja dengan stake holders penanggulangan bencana lainnya;

10. Menggali sumber pembiayaan forum melalui berbagai sumber yang ada di wilayah kerja yang tidak mengikat dengan sepengetahuan dan persetujuan Kementerian Sosial, Dinas/Institusi Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota secara berjenjang;

11. Mengendalikan seluruh proses kegiatan penanggulangan bencana sesuai siklus Penanggulangan Bencana.

 

Kriteria untuk dapat diangkat menjadi Tagana :

  1.  

1. Generasi muda berusia 18 – 40 tahun

2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana

3. Bersedia mengikuti pelatihan yang khusus terkait dengan penanggulangan bencana

4. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

5. Setia dan taat pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945

 

Seksi Perlindungan Sosial Orang Terlantar korban tindak kekerasan dan Pekerja Migran, dipimpin seorang Kepala Seksi dengan tugas sebagai berikut:

a. Melaksanakan Kegiatan identifikasi, analisa, bantuan sosial, resosialisasi dan rujukan bagi anak, wanita,lanjut usia dan keluarga korban tindak kekerasan, pekerja migran, terlantar dan pemulangan orang terlantar

b. Memberikan bimbingan teknis penyelenggaraan identitas, analisa, bantuan sosial resosialisasi dan rujukan bagi anak, wanita,lanjut usia dan keluarga korban tindak kekerasan, pekerja migran, terlantar dan pemulangan orang terlantar

c. Mengawasi pelaksanaan kegiatan  identitas, analisa, bantuan sosial resosialisasi dan rujukan bagi anak, wanita,lanjut usia dan keluarga korban tindak kekerasan, pekerja migran, terlantar dan pemulangan orang terlantar

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan ooleh kepala bidang

Anak Telantar adalah seorang anak berusia 5 (lima) sampai 18 (delapan belas) tahun yang mengalami perlakukan  salah dan ditelantarkan oleh orang tua/keluarga atau anak kehilangan hak asuh dari orang tua/keluarga.

Kriteria :

  1.  

1. Berasal dari keluarga fakir miskin

2. Anak yang mengalami perlakuan salah (kekerasan dalam rumah tangga)

3. Ditelantarkan oleh orang tua/keluarga, atau

4. Anak kehilangan hak asuh dari orang tua/keluarga

5. Anak yang tidak pernah sekolah atau tidak sekolah lagi dan tidak tamat SMP

6. Makan makanan  pokok kurang dari 2 kali sehari

7. Memiliki pakaian kurang dari 4 stel layak pakai

8. Bila sakit tidak diobati

9. Yatim, Piatu, Yatim piatu

10. Tinggal bersama dengan bukan orang tua kandung yang miskin

11. Anak yang berusia kurang dari 18 tahun dan bekerja.

 

Korban Tindak Kekerasan adalah orang (baik individu, keluarga maupun kelompok) yang mengalami tindak kekerasan, baik sebagai akibat dari penelantaran, perlakuan salah,  eksploitasi,  diskriminasi dan bentuk kekerasan lainnya maupun orang yang berada dalam situasi yang membahayakan dirinya sehingga menyebabkan fungsi sosialnya terganggu.

Kriteria :

Individu, kelompok maupun kesatuan masyarakat yang mengalami :

1. tindak kekerasan

2. penelantaran

3. eksploitasi

 4. diskriminasi

5. Bentuk-bentuk tindak kekerasan lainnya

 

Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS) adalah pekerja migran internal dan lintas negara yang mengalami masalah sosial seperti tindak kekerasan, eksploitasi, penelantaran, pengusiran (deportasi),  ketidakmampuan menyesuaikan diri ditempat kerja baru atau di negara tempatnya bekerja, sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi sosial.

Kriteria :

  1.  

1. Calon pekerja migran,

2. pekerja migran internal,

3. pekerja migran lintas negara,

4. eks pekerja migran, yang mengalami masalah sosial dalam bentuk:

a. tindak kekerasan

b. Eksploitasi

c. Penelantaran

d. Pengusiran (deportasi)

e. Ketidakmampuan menyesuaikan diri di tempat kerja baru (negara tempat bekerja) sehingga mengakibatkan fungsi sosialnya terganggu.

Seksi Pengelolaan Sumber Dana dan Jaminan Sosial, dipimpin seorang Kepala Seksi dengan tugas sebagai berikut:

a. Menyiapkan bahan dan melaksanakan kegiatan pembinaan, perijinan, pemantauan, penyelidikan dan penyelidikan terhadap penyimpanan pengumpulkan/ pengelolahan sumber dana sosial, serta pembinaan dan pemgembangan jaminan kesejahteraan sosial

b. Memberikan bimbingan teknis pembinaan, perijinan, pemantauan, penyelidikan dan penyelidikan terhadap penyimpanan pengumpulkan/ pengelolahan sumber dana sosial, serta pembinaan dan pemgembangan jaminan kesejahteraan sosial

c. Mengawasi pelaksanaan kegiatan pembinaan, perijinan, pemantauan, penyelidikan dan penyelidikan terhadap penyimpanan pengumpulkan/ pengelolahan sumber dana sosial, serta pembinaan dan pemgembangan jaminan kesejahteraan sosial

d. Fasilitasi jaminan sosial kepada warga miskin;

e. Fasilitasi jaminan sosial kepada pekerja sosial non formal;

f. Fasilitasi jaminan sosial bagi masyarakat yang dalam keadaan tidak stabil atau rentan; dan

g. Penyusunan data dan informasi Seksi Jaminan Sosial Keluarga

h. Melaksanakan tugas-tugas lainya yang diberikan oleh Kepala Bidang